Pembelaan diri?

KONSULTASI HUKUM

Pertanyaan:

Halo selamat sore..begini saya ada case.. kalau misalnya kita kena SARA (dimaki orang smpai ke ras suku agama ) kira2 kalau kita pukulin orang yang bilang begitu ke kita.. kira-kira masuk ke pasal 49 KUHP tidak (pembenaran diri karena diserang ) ?

Jawaban LBH Nurani:

Pertama, Pasal 49 KUHP adalah tepatnya tentang nodweer (pembelaan diri). Untuk disebut sebagai pembelaan diri, ada syarat-syarat yang harus terpenuhi, yakni:
1. harus ada serangan atau ancaman serangan,
2. serangan tersebut sekonyong-konyong, atau setidaknya tidak lama, dan bersifat melawan hukum
3. serangan terhadap tubuh, harta benda, kehormatan, kesusilaan.
4. pembelaan tsb seimbang dengan serangannya

Sehingga, jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka dia tidak bisa dikatakan sebagai pembelaan paksa (noodweer).

Serangan berupa kata-kata (verbal), kami tidak yakin dapat disebutkan sebagai bentuk serangan (kriteria nomor 3). Menyerang kerhomatan pada point nomor 3 sifatnya adalah kehormatan yang bersifat seksual. Jika serangannya terhadap nama baik, maka jatuhnya adalah pada bab penghinaan KUHP. Jika dilakukan lewat media elektronik, maka bisa digunakan pasal UU ITE.

Kedua, perbuatan memukuli si pelaku penghinaan, hanya akan membawa si pelaku perbuatan memukuli tersebut terjerat pada perbuatan pidana penganiayaan. Deliknya bergantung pada tingkat luka yang ditimbulkan. Semakin berat lukanya semakin berat pidana nya. Sebaiknya hindari perbuatan main hakim sendiri (eigenrichting) supaya tidak terjadi menyelesaikan masalah hukum dengan menimbulkan akibat hukum bagi diri sendiri. Menyelesaikan masalah hukum (pidana) lakukan lewat jalur hukum pidana. Demikian yang dapat kami sampaikan. Terimakasih.