Kerjasama Gagal (merugi), Bisakah dipidana?

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb..sekira na ada yg berkenan untuk membantu sy

Awal na sy kerjasama dengan seorang oknum ..dia menyediakan dana sebesar 420.000.000 untuk penyewaan 10 unit dumptruk..dan sy menyanggupi setoran harian sebesar 1.600.000/hari/unit…dan ternyata meleset dari ekspetasi sy pak..

Usaha itu merugi…total uang yg sy sdh kembalikan sebesar 320.000.000 dan sy memberikan ajb tanah istri sy seluas 75m2 senilai 100.000.000…karena kekurangan modal beliau itu sekitar 100.000.000…

Nah beberapa bulan kemudian. Dengan itikad baik saya menemui beliau dan membawa orangtua saya beserta surat rumah orang tua sy seluas 1000m2, maksud sy meminta bantuan beliau.

Saya minta beliau bantu pengurusan surat itu dari ajb ke sertifikat dan setelah jadi sy mau jaminkan ke bank untuk sebagian membayar ke beliau.

Dan sisanya sy pakai buat modal usaha. Tapi beliau mau membantu dengan syarat begitu sertifikat rumah sy jd, beliau mau pinjam 1 milyard. Ya jelas orang tua saya tidak mau pak. Dan di situ dia menjelaskan bahwa sy berhutang 250.000.000 kepada beliau.

Saya kaget sekali pak. Karena usaha itu rugi dan dia memutuskan secara sepihak usaha yg baru berjalan 30 hari…Sekitar 2 bulan kemudian beliau mengutus anak buah na untuk memanggil saya karena saya memang tidak menipu. saya datang dan temui oknum tersebut.

disana sy di minta membuat dan menandatangani surat perjanjian dimama isi surat tersebut adalaj..sy di beri waktu 4 bulan untuk segera menyelesaikan atau sy menyerahkan surat rumah orangtua sy sebagai jaminan…waktu 4 bulan itu sudah lewat..

dan skrg rumah orang tua sy sering di datangi dan di intimidasi oleh oknum2 anak buah beliau…senin bsok mereka memaksa untuk bertemu dengan sy..

Apakah yg harus sy lakukan ?? Apakah unsur sy memenuhi dasar penipuan ??apakah sy bs melaporkan oknum tersebut atas dasar pemerasan??

Update terbaru…hari jumat sy di jemput paksa oleh 4 orang anak buah na..di bilang mau di bawa untuk membuat surat pernyataan..dan nyata na sy di bawa ke kantornya dan sy di titipkan disana selama 24 jam..di sana pihak tersebut membuat laporan..lalu sy di bap sebagai saksi..tp sy kemudian di lepas dengan penjamin ibi sy dan di kenakan wajib lapor

Jawaban LBH Nurani:

Pertama, untuk pemidanaan, kita perlu memperjelas pasal yang digunakan sebagai dasar pemidanaan. Diatas tidak disebutkan rekan anda tersebut menggunakan pasal apa sebagai dasar pemidanaan. Namun anda menduga digunakan pasal penipuan. Maka baiklah kita gunakan pasal penipuan (KUHP) sebagai dasar analisis.

Pasal 378 KUHP menyatakan:

Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menggunakan nama palsu atau martabat (hoedaningheid) palsu; dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Kita tidak akan mengulas unsur-unsur tersebut diatas satu persatu secara mendetail karena akan menjadi terlalu panjang. Toh dalam hukum pidana, ketidakterpenuhan satu unsur saja, sudah cukup untuk tidak terpenuhinya rumusan delik, sehingga tidak dapat dijatuhi pidana (dibebaskan).


Dari rumusan delik diatas, anda bisa lihat, bahwa yang disebut penipuan, hanya bisa dilakukan dengan cara-cara yang bersifat alternatif, dan limitatif, yakni menggunakan nama palsu, tipu muslihat, ataupun menggunakan rangkaian kebohongan, dst sebagaimana disebutkan saja. Jika cara-cara tersebut diatas tidak anda gunakan, maka itu bukan penipuan.


Kemudian penipuan, juga harus dilakukan dengan “maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum”.
Sehingga, jika unsur-unsur inti tersebut tidak terpenuhi salah satu saja, maka juga tidak ada pidana.

Apa yang anda lakukan dengan oknum tersebut pada dasarnya adalah kerjasama bisnis, bukan untuk menguntungkan diri sendiri ataupun orang lain diluar anda dan oknum. Kedua belah pihak menerima keuntungan. Bahwa kemudian kerjasama tersebut tidak berjalan sesuai rencana, maka hal tersebut merupakan resiko bisnis.

Meskipun ada perjanjian tertulis tentang bagi hasil, jika perjanjian tersebut tidak terpenuhi, maka hal tersebut merupakan wanprestasi. Wanprestasi merupakan wilayah hukum perdata. Bukan pidana (tidak perlu penjara). Diselesaikan melalui peradilan perdata (tdk ada polisi ataupun jaksa, melainkan hanya penggugat, anda, dan hakim). Dalam hal wanprestasi, tinggal sampaikan ke hakim pembelaan anda, sampaikan kendala-kendala, atau alasan mengapa sampai merugi.

Sehingga jika si oknum memberikan mekanisme yang rumit dalam menyelesaikan masalah tersebut diatas, maka sampaikan saja untuk diselesaikan melalui pengadilan (jalur perdata). Tidak bisa melalui pidana. Jika memaksa dan tidak terbukti, anda bisa melaporkan balik. Daripada ribet, kami sarankan untuk menyelesaikan lewat jalur perdata saja.

Sekarang mengenai perbuatan mengancam, memeras, dst itu bisa dilaporkan sebagai perbuatan pidana. Jika pelakunya orang awam, laporkan ke Polres terdekat, atau Polres sesuai TKP. Jika pelakunya oknum, maka laporkan ke Irwasda (propam).

Demikian saran kami.

1 thought on “Kerjasama Gagal (merugi), Bisakah dipidana?

Leave a Reply

Your email address will not be published.